
jika saatnya nanti tlah tiba
di saat mentari itu tak kan kembali menampakkan sinarnya
di sanalah mulai kubuka kembali
semua kenangan indah yang kan membawa kembali
datangnya sang mentari
tapi janji itu tak tertepati
karna kenangan itu tlah terhapus olehnya
oleh deburan yang menggelayut di jiwa
dan saat mentari itu tlah hilang
dunia itu kembali sirna
dunia yang dulu penuh dengan kasih sayang
dunia yang sebenarnya dapat membukakan semua hati yang beku
dan kini tak dapat dilihat kembali
karna kenangan itu tak kan pernah kembali
bukan karna nya
tapi karna kenangan itu tak mungkin terbuka kembali
dan saat itu pula
hati yang penuh kasih sayang itu tlah beku
terbekukan oleh waktu
di seberang lautan biru itu
seorang yang penuh kasih dan kebahagiaan tlah menunggu
menunggu tuk buka kenangan indah itu
walau banyak yang harus terrenggut
tapi dia terus bertahan
tuk arungi samudra luas itu
tuk buka hati yang dia tak tahu
kini hatinya pun mulai beku
walau dia tak mampu
dia tetap bersatu dengan kenangan indah itu
sampai akhirnya
dia gugur di tengah haluan biru
tapi siapa tau
dia bangkit dan bertahan dari badai itu
walau sakit, walau perih, walau terintih
dia terus melaju
tuk suatu impian indah itu
dan kini
dia pun beristirahat dengan senyum beku
dan hiasan senyuman manis
dari orang-orang yang dulu tlah berhati beku
yang kini tlah kembali melihat mentari itu
karna
dialah dewi penyelamat itu
yang kini tlah kembali tebarkan
kenangan indahnya itu
dari seberang samudra biru
di saat mentari itu tak kan kembali menampakkan sinarnya
di sanalah mulai kubuka kembali
semua kenangan indah yang kan membawa kembali
datangnya sang mentari
tapi janji itu tak tertepati
karna kenangan itu tlah terhapus olehnya
oleh deburan yang menggelayut di jiwa
dan saat mentari itu tlah hilang
dunia itu kembali sirna
dunia yang dulu penuh dengan kasih sayang
dunia yang sebenarnya dapat membukakan semua hati yang beku
dan kini tak dapat dilihat kembali
karna kenangan itu tak kan pernah kembali
bukan karna nya
tapi karna kenangan itu tak mungkin terbuka kembali
dan saat itu pula
hati yang penuh kasih sayang itu tlah beku
terbekukan oleh waktu
di seberang lautan biru itu
seorang yang penuh kasih dan kebahagiaan tlah menunggu
menunggu tuk buka kenangan indah itu
walau banyak yang harus terrenggut
tapi dia terus bertahan
tuk arungi samudra luas itu
tuk buka hati yang dia tak tahu
kini hatinya pun mulai beku
walau dia tak mampu
dia tetap bersatu dengan kenangan indah itu
sampai akhirnya
dia gugur di tengah haluan biru
tapi siapa tau
dia bangkit dan bertahan dari badai itu
walau sakit, walau perih, walau terintih
dia terus melaju
tuk suatu impian indah itu
dan kini
dia pun beristirahat dengan senyum beku
dan hiasan senyuman manis
dari orang-orang yang dulu tlah berhati beku
yang kini tlah kembali melihat mentari itu
karna
dialah dewi penyelamat itu
yang kini tlah kembali tebarkan
kenangan indahnya itu
dari seberang samudra biru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar