Selasa, 20 Desember 2011

dia


Sadarkan aku, sadarkan aku bahwa dia telah pergi dan tak mungkin kembali. Sadarkan aku!Sadarkan aku bahwa dia telah tiada. Dia yang dulu selalu ada di hati kecilku telah lama pergi. Tak seharusnya aku menginggatnya lagi. Tak seharusnya aku masih mengharapkan dia kembali. Dia tak mungkin kembali. Sadarlah!!!!!!!

Relakan dia pergi, sudah seharusnya dia pergi. Tuhan mengambilnya dariku bukan untuk membuatku sengsara, tapi untuk membuatku sadar bahwa dia bukan milikku. Memang sudah seharusnya dia pergi. Dia sudah terlalu lama menanggung sakitnya itu. Sakit yang tak terobati. Sakit yang selalu menggerogoti tubuhnya dan membuatnya tak berdaya. Bukan keinginannya dia pergi, pergi untuk selamanya. Tapi Tuhanlah yang berkehendak. Bukan dia...

Dia yang candanya selalu membekas dalam memoriku, dia yang selalu memberiku semangat, dia yang membuat hariku begitu indah, dia yang selalu mengucap kata-kata bak penyair itu telah pergi. Kini, harus ku relakan kepergiannya. Walau kenangan-kenangan manis itu akan selalu tersimpan di hati ini. Dialah yang membuatku sadar akan dunia yang begitu indah ini. Jika hidupnya hanya sampai sini, aku harus melanjutkan impian yang sempat kita bagi bersama. Untuknya, untukku, untuk dunia..

he is the first :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar